BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Karang Anyar, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun mengeluhkan jumlah populasi nyamuk di wilayahnya yang meningkat.
Peningkatan populasi nyamuk itu menurut warga terjadi sejak musim penghujan berlangsung. Tidak hanya pada malam hari, siang pun banyak nyamuk. Bahkan, menurut warga, obat nyamuk bakar tidak lagi mempan.
Populasi nyamuk yang meningkat membuat warga khawatir terhadap ancaman demam berdarah. "Kalau tidak cepat ditanggulangi, kami khawatir nyamuk ini menyebabkan penyebaran DBD di Karang Anyar," kata Efendi, warga RT 22/08 Karang Anyar, Rabu (1/3/2017).
Ia mengakui, wilayah Karang Anyar terdiri dari rawa sehingga nyamuk pada musim hujan cepat sekali berkembang biak. Selain itu, kurangnya kesadaran perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor penyebab.
Sementara itu, Lukman Hakim warga lainnya mengharapkan kepada instansi terkait yakni Dinas Kesehatan Kobar untuk melakukan langkah preventif menanggulangi masalah ini. Misalnya dengan fogging massal ataupun bersama masyarakat menggerakkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
"Fogging hanya salah satu upaya, yang pasti berperilaku hidup sehat dan menggalakan PSN merupakan langkah yang tepat selain dengan 3M plus dan pemberian bubuk abate," kata Lukman yang juga tokoh pemuda Karang Anyar ini. (KOKO SULISTYO/B-2)








