BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga di lima RT Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara (Aruta) Kabupaten Kotawaringin Barat harus segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, Selasa (1/3/2017) banjir sudah merendam hampir 75% rumah warga.
"Banjirnya terus naik, rumah sudah terendam hampir sampai ke atap airnya," kata warga setempat, Kisaran.
Hujan yang terus mengguyur Kecamatan Arut Utara mengakibatkan air Sungai Arut meluap dan membanjiri perumahan warga yang ada di bantaran sungai.
Warga meminta pemerintah segera menyiapkan tempat pengungsian dan mengirim perahu karet untuk evakuasi.
Warga Kelurahan Pangkut lainnya menyebut, banjir di wilayahnya sudah masuk situasi darurat. Rumah warga sudah tidak bisa ditempati lagi karena terendam banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter.
Kasi Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kobar. Pahrulazi membenarkan hal tersebut. Meski ia belum mengecek langsung ke lapangan, informasi yang ia dapat mengabarkan banjir di Kelurahan Pangkut dan Nanga Mua semakin parah.
"Iya rumah warga di Pangkut sudah terendam, kepala desa Nanga Mua juga nelpon saya melaporkan ketinggian banjir terus naik," katanya.
Hingga saat ini belum ada informasi jelas berapa warga yang sudah mengungsi di Kecamatan Aruta. Pasalnya, selain Kelurahan Pangkut dan Desa Nanga Mua, desa lainnya seperti Gandis dan Panahan juga tempat tinggal warganya sudah terendam banjir. (CECEP HERDI/B-2)








