BORNEONEWS, Nanga Bulik - Ketua Unit Tim Saber Pungli kabupaten Lamandau Kompol Imam Riyadi mengakui bahwa jika timnya terus-menerus tidak memiliki anggaran, akan sangat menghambat keberlanjutan program kerja yang telah disusun.

"Jika tidak anggaran, tentu sedikit banyaknya akan menghambat kinerja tim, karena banyak di antara program yang tengah dan akan kita rancang ini tentu harus didukung juga dengan anggaran," ungkap Imam yang juga menjabat sebagai Kapolres Lamandau kepada Borneonews, Rabu (1/3/2017).

Imam melanjutkan, dukungan anggaran diperlukan pada semua bidang kerja tim, mulai dari pencegahan, penindakan, intelegen, maupun yustisi.

"Dalam hal pencegahan misalnya, yang umum-umum saja seperti membuat spanduk, pamflet, stiker, dan aneka jenis atau bentuk sosialisasi, tentu perlu biaya. Belum lagi untuk bidang-bidang yang lain," bebernya.

Ia menegaskan, sebagaimana Peraturan Presiden (Perpres) dan juga Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang sumber anggaran, dijelaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan Tim Saber Pungli di daerah dibebankan kepada APBD, tidak dari yang lain.

"Sebetulnya untuk menyiasati soal anggaran ini bisa saja diambil dari berbagai sumber atau masing-masing stakeholders terkait, tapi kan itu tidak boleh, nanti bahkan bisa jadi pertanyaan, karena sumbernya harus murni dari APBD," ujarnya. (HENDI NURFALAH/B-3)