BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Januari 2017, total ekspor Kalimantan Tengah (Kalteng) senilai US$ 206,16 juta, naik US$ 73,27 juta atau 55,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kontribusi terbesar perdagangan ekspor berasal dari bahan bakar mineral senilai US$ 140,86 juta atau 68,33 persen dari total nilai ekspor.
Di sisi lain ternyata nilai Impor Kalteng juga naik. Nilai impor selama Januari 2017 tercatat US$ 12,43 juta, meningkat US$ 11,36 juta atau sebesar 1.061,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Baik Ekspor maupun Impor, keduanya sama-sama naik,”kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kalteng Bambang Supriono kepada Borneonews, usai pertemuan di ruang asisten Pemprov Kalteng, Kamis (2/3/2017)
Ia melanjutkan, ketika dibandingkan dengan kondisi neraca ekspor-impor tahun lalu, nilai ekspor Kalteng selama Januari 2017 melonjak US$ 116,65 juta atau sebesar 130,32 persen dibandingkan Januari 2016 yang sebesar US$ 89,51 juta. Kondisi nilai impor juga meningkat secara signifikan, yaitu mencapai 155,76 persen.
“Dilihat dari neraca perdagangan dengan seluruh negara mitra dagang, Kalteng mengalami surplus senilai US$ 193,73 juta selama Januari 2017,” jelasnya.
“Jepang merupakan negara tujuan utama ekspor senilai US$ 81,51 juta atau 39,54 persen dari total nilai ekspor. Pelabuhan Kumai berperan senilai US$ 23,53 juta atau 11,41 persen dari total nilai ekspor,” pungkas Bambang. (M ROZIQIN/B-8)








