BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemilik Pasar Swalayan Pelangi, Coungli atau Lili membantah pernyataan sejumlah pihak yang menyebut gudang barang stok yang telah terbakar pada Kamis (2/3/2017) pagi.

"Bukan gudang yang terbakar, tetapi genset. Ruangannya berbeda," Lili menegaskan.

Meski masih enggan membeberkan apa penyebab kebakaran, ia mamastikan tidak ada barang selain genset yang terbakar. Ia menjelaskan, stok barang dagangan disimpan di sebelah ruang genset. Kedua ruang itu dipisahkan oleh dinding sekat. "Di sekitar ruang genset, ada kamar mandi di sebelahnya baru gudang barang," sebutnya.

Terkait penyebab kebakaran, ia meminta Borneonews untuk menanyakannya kepada pengawas Swalayan yang berada di lokasi saat terjadi kebakaran. Sementara, pihaknya saat ini tengah memeriksa dan menghitung berapa jumlah kerugian yang dialami akibat kebakaran tersebut. "Nanti saja kita jelaskan, kami lagi beres-beres," ucap Lili di lokasi kejadian.

Terpisah, salah satu pegawai lepas swalayan Pelangi yang juga berada di lokasi kejadian, Nardi menyebutkan, api yang muncul dari mesin genset berasal dari hubungan pendek listrik (korsleting). "Percikan bunga api akibat korsleting menyambar bahan bakar genset," terangnya.

Meski demikian, ia menyerahkan pihak berwenang untuk memastikannya. Sebelum kebakaran terjadi, lampu masih nyala dan mesin genset dalam kondisi mati. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-10)