BORNEONEWS, Buntok - Kurangnya pemahamam tentang metode operasi pria (MOP) menjadi salah satu penyebab tidak tercapai target lelaki ber-KB.
"Ini akibat kurangnya pemahaman mereka, maka peserta yang menggunakan MOP tidak mencapai target," kata Kasi Jaminan Pelayanan KB Susi Triyanta kepada Borneonews, Kamis (2/3/2017).
Ia mengatakan, masyarakat, khususnya laki-laki, mengira sistem KB MOP berlaku permanen. Padahal ini pola itu hanya untuk penundaan mempunyai anak.
MOP ini, hanya pemasangan cicin pada kantung sperma saja. Jika ingin punya anak lagi, lanjut dia, cicin tersebut bisa dilepas kembali.
"Dalam waktu dekat kita akan memberikan pemahaman dengan melakukan sosialisasi," ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-3)








