BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat akan mengevakuasi warga korban banjir di lima RT di Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara. Hal ini karena ketinggian air di wilayah tersebut sudah mencapai 2 meter. Beberapa tempat tinggal warga sudah 80 persen terendam banjir luapan air Sungai Arut itu.
"Kita akan evakuasi ke kantor kelurahan atau ke kantor desa, karena lebih layak dibanding membuat tenda-tenda pengungsian," kata Kepala BPBD Kobar, Hermon F Lion, Kamis (2/3/2017).
Menurutnya, selain di Kelurahan Pangkut, banjir juga terus meninggi di Desa Nanga Mua dan Penyombaan. "Informasi yang kami terima, ketinggian banjir terus naik. Kami akan terus memantau untuk tindak lanjut evakuasi. Kalau logistik sudah mulai kami salurkan sejak tiga hari lalu," ujar Hermon.
Lurah Pangkut, Thomas Nazir menyatakan, beberapa warga yang rumahnya sudah habis tersendam banjir harus segera dievakuasi mengingat ketinggian air Sungai Arut terus bertambah. "Sudah satu minggu lebih banjirnya. Awalnya hanya 2 RT. Saat ini sudah lima RT yang terendam banjir," katanya. (CECEP HERDI/B-10)








