BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setekah sepekan lebih ratusan rumah di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Arut Utara terendam banjir hingga ketinggian 2 meter, kini jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam), juga terendam banjir.

Banjir setinggi 50 centimeter, tepatnya berada di kilometer 31 dekat jembatan fileslabe. Banjir terjadi akibat luapan sungai yang berada di sekitar jalan tersebut. "Jalan Pangkalan Bun-Kolam sudah banjir lagi, sudah banyak yang nyeberang pakai getek," kata salah satu pengendara sepeda motor, Ilyas, Kamis (2/3/2017).

Banjir di kilometer 31 juga terjadi pada tahun 2016. Ketinggian air saat itu hingga mencapai 1,5 meter. Akibatnya, jalan penghubung antarkecamatan dan kabupaten itu terputus. "Mobil dobel gardan masih bisa lewat. Kalau sepeda motor harus dinaikkan ke getek milik warga," kata Setio, warga Kolam.

Dikonfirmasi Borneonews, Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Agus Yuwono tidak menampik adanya banjir tersebut. Bahkan ia mengaku kesulitan saat akan menimbun jalan tersebut karena jalan sudah tertutupi air.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun kewalahan menghadapi banjir itu, padahal mereka masih harus melanjutkan proyek penimbunan. "Nanti kalau dipaksakan ditimbun, akan habis tergerus air lagi," kata dia. (CECEP HERDI/B-10)