BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingginya harga cabai saat ini paling berdampak kepada pengusaha warung makan. Hal ini diungkapkan At Prayer, Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Kamis (2/3/2017).
"Yang beli cabai dalam jumlah banyak kan hanya warung, rumah makan atau restoran saja. Jadi saya rasa harga cabai yang mahal tidak begitu berpengaruh. Yang penting komoditi yang menguasai hajat hidup orang banyak yang harus dijaga produksinya. Misalnya beras, karena tidak semua komoditas bisa ditanam masyarakat," ungkap politisi Nasdem ini.
Sementara untuk cabai, masyarakat masih bisa secara swadaya menanam di pekarangan rumah, disertai beberapa komoditas lainnya yang masih bisa diupayakan menanam sendiri.
"Dalam program pemerintah pun tentu kita harapkan bisa disediakan bibit-bibit komoditas tersebut melalui instansi terkait supaya bisa membantu masyarakat," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








