BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Usia remaja merupakan masa istimewa dalam perjalanan hidup manusia. Di fase inilah anak manusia mengalami pertumbuhan fisik dan psikologis yang berbeda dari sebelumnya. Munculnya perasaan tertarik pada lawan jenis salah satunya. 


Namun, fase istimewa itu akan jadi masalah dalam perjalanan selanjutnya tatkala anak remaja salah bersikap dan bertindak. Perasaan galau pun kerap merundung mereka. 


Mengatasi masalah itulah yang menjadi salah satu konsen, Zailani BQ, ustaz, motivator, dan penulis buku Saatnya Kemilau Bukan Galau, aktif mendampingi kaum remaja dan anak muda. Terakhir, ia memberi ceramah di hadapan mahasiswa Universitas Antakusuma dan undangan dari kalangan pelajar dalam acara bertajuk Kopdar With Bang Zailani BQ, di aula kampus Untama, Minggu (26/2/2017).


"Sebenarnya bukan masalah suka atau tertarik kepada lawan jenis masalahnya, tapi sikap cara menghadapi keadaan tersebut yang perlu diperhatikan, agar tidak salah langkah. Supaya tidak galau. Cara menyikapi itulah yg dibahas saat kopdar kemarin. ," tutur guru di SMPIT Al Manar, Pangkalan Bun ini, Kamis (2/3/2017).  


Menurut Zailani, untuk mengatasi masa galau itu, ada lima tips yang bisa dijadikan pegangan bagi remaja: bervisi ideal, segera mulai mewujudkan visi itu, punya sikap siap berkorban, aktif bergerak, dan memahami konsep bahagia.


Ia menjelaskan, ada tiga konsep bahagia, yaitu bersyukur, bersabar, dan selalu melakukan yang terbaik. 


"Mengutip tulisan 'Aidh al-Qarni dalam bukunya, La Tahzan orang tidak bahagia karena kebanyakan mikirin yang tidak ada pada dirinya. Maka dengan bersyukur, melihat kelebihan yang ada pada diri kita dan belum tentu ada pada orang lain, kita akan tenang. Tidak mudah galau," jelasnya.


Lalu bagaimana resep untuk bisa bersabar. Ia mengingatkan kembali ke ayat 286 Surat Albaqarah. "Allah enggak akan membebani  manusia kecuali sesuai kemampuannya masing-masing. Dengan kata lain, manusia lebih kuat dari masalah yang dihadapi. Jadi enggak perlu galau," kata ustaz yang aktif memotivasi kaum muda sejak berkuliah di Surabaya itu. 


"Lalu, lakukan yang terbaik hari ini. Maka hari esok juga akan baik. Jadi enggak perlu galau dengan hari yang belum datang. Fokus saja lakukan yang terbaik untuk hari ini," tandasnya. (B-10)