BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Hermon F Lion menegaskan untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara tidak tepat jika menggunakan perahu karet. Ia menilai perahu karet itu digunakan untuk banjir dengan kondisi air yang tenang.
"Itu kan air sungai yang arusnya juga deras, jadi saya anggap itu tidak tepat menggunakan perahu karet," kata Hermon, Kamis (2/3/2017).
Menurutnya perahu milik warga sekitar dan speed boot tepat untuk melakukan evakuasi.
Ia sendiri mengaku belum menurunkan petugas BPBD dan peralatan evakuasi untuk menyelamatkan warga dan barang berharga dari rumah yang terendam banjir. "Kami perahu karet ada, belum kita turunkan ke sana. Kita terus memantau situasinya," jelasnya.
Untuk sementara ini, ia berharap pihak kelurahan dan kecamatan terus memantau dan menyiapkan tempat untuk pengungsi ketika banjir sudah dalam keadaan darurat.
"Untuk pengungsian sendiri layaknya di gedung aula atau kantor kelurahan, desa atau kecamatan. Kalau di tenda saya rasa itu kurang layak," ucap Hermon. (CECEP HERDI/B-2)








