BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perdagangan Kamis (2/3/2017) menandai sesi ketiga berurutan harga minyak sawit berada di area positif berkat dukungan aksi beli teknikal seiring dengan menguatnya harga minyak nabati lain di pasar global.
Futures minyak sawit untuk kontrak Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menanjak 1,1 persen menjadi 2.862 ringgit ($643,58) per ton pada akhir perdagangan Kamis. Sebelum penutupan, harga minyak sawit sempat melaju ke level 2.864 ringgit, yang merupakan level tertinggi sejak 20 Februari. Tercatat volume perdagangan sebanyak 48.921 lot.
"Ada spread yang lebar antara minyak sawit dengan minyak nabati pesaing sawit," kata seorang pelaku pasar di Kuala Lumpur, mengacu pada perbedaan harga antara minyak sawit dan minyak kedelai.
Minyak kedelai, yang banyak dipakai sebagai bahan baku untuk biodiesel, melonjak lebih dari 6 persen pada Selasa (28/2/2017) di Chicago Board of Trade (CBOT) menyusul kabar bahwa Presiden AS Donald Trump akan mewajibkan penggunaan biofuel. Dengan menguatnya harga minyak kedelai, membuat harga minyak sawit menjadi lebih kompetitif.
Selain itu, penguatan harga minyak sawit kali ini juga karena technical rebound menjelang digelarnya konferensi industri sawit di Kuala Lumpur pekan depan. (NEDELYA RAMADHANI/m)








