BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Musim angin barat adalah saat para nelayan dapat menikmati sumber daya perikanan laut yang melimpah. Udang ebi salah satunya.
Sayangnya, meski hasil tangkapan melimpah, nelayan justru merugi. Sebabnya, komoditas yang oleh masyarakat Kotawaringin Barat ini disebut undang papai itu, harus dijemur dahulu sebelum dijual. Sementara, saat ini musim penghujan, sehingga banyak udang ebi yang membusuk, sebelum kering.
"Hasil tangkapan udang ebi untuk dipasarkan kan butuh pengeringan selama 3-4 hari, sehingga musim hujan membuat mereka (nelayan) merugi," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kotawaringin Barat, Syahrian.
Ia mengungkap dalam sehari nelayan mampu membawa pulang 40 kilogram undang papai. Hasil tangkapan itu menggiurkan sebenarnya, karena harga udang ebi Rp50 ribu per kilogram. (KOKO SULISTYO/B-10)








