BORNEONEWS, Sampit - Banjir terjadi di dua desa di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengakibatkan sedikitnya merendam 15 buah rumah.

"Banjir itu terjadi didua desa, Tangar dan Baampah. Jumlah rumah yang terendam sekitar 15 buah," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Sutoyo, Jumat (3/3/2017) sore.

Dari 15 buah rumah tersebut, tidak ada bajir yang masuk ke dalam rumah. Namun ketinggian air yang mencapai 1 meter tersebut telah merendam akses jalan di dua desa tersebut.

Bahkan jalan di desa itu tidak bisa dilintasi, dan warga sekitar harus menggunakan perhau kelotok atau jukung untuk beraktipitas di sekitar desa tersebut.

"Untuk akses jalan tidak dapat dilintasi menggunakan kendaraan beemotor maupun jalan kaki, namun warga harusbmenggunakan sampan atau kelotol," lanjut Sutoyo.

Sedangkan dalam musibah banjir tersebut, tidak ada warga yang jadi korban. Hanya saja akibat banjir itu aktivitas masyarakat sekitar terganggu.

Sementara dari informasi yang di himpun, tingginya banjir tersebut membuat sejumlah warga terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk beraktivitas di desa tersebut. Bahkan banyak dari mereka yang menggunakan perahu kelotoknya untuk pergi mencari kebutuhan makanan atau ke desa lain yang ada di daerah tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)