BORNEONEWS, Muara Teweh - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Barito Utara, terancam batal. Selain itu, tenaga pendidik yang masih berstatus honorer kemungkinan besar akan dirumahkan.
Penyebabnya, sekolah tidak memiliki anggaran. Hal itu lantaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMP/sederajat triwulan IV 2016 di Kabupaten Barito Utara hanya sekitar Rp487,750 juta.
Dana BOS triwulan IV untuk SMP/sederajat se-Barito Utara sebenarnya dialokasikan sebesar Rp1,694 miliar dengan jumlah penerima 40 sekolah.
Namun, hingga kini dana yang dicairkan baru Rp487,750 juta. Sedangkan sisanya sebanyak Rp1,206 miliar atau 71 persen masih mengendap di provinsi. Akibatnya, pihak sekolah kalang kabut memenuhi biaya operasional.
Kepala SMPN 2 Muara Teweh Awaludin, Jumat (3/3/2017), mengatakan bahwa pihaknya hingga Maret 2017 belum menerima dana BOS triwulan IV. Hal itu tentu berdampak besar pada operasional sekolah, seperti kegiatan belajar mengajar dan ujian.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena dana ini tidak mencukupi untuk kegiatan operasional sekolah dan pembayaran lain-lain. Kami telah menanyakan ke pusat. Jawaban dari pusat, dana BOS telah dicairkan dan ditransfer ke provinsi,” ujar Awaludin. (RAMADHANI/B-3)








