BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah warga masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai kecewa dengan layanan pihak PLN. Pasalnya, tarif listrik terus naik, namun tidak diimbangi dengan layanan kepada konsumen.
"Kalau dilihat antara harga dan layanan tidak sebanding. Harga terus naik layanan makin mengecewakan," ujar salah satu pemilik toko pakaian di Jalan Antasari Kelurahan Mendawai, Advento Tambunan kepada Borneonews, Jumat (3/3/2017).
Ia menuturkan, pemadaman listrik berdampak terhadap usaha dan kebutuhan masyarakat. Terutama, di daerah-daerah yang sering terdampak pemadaman listrik.
"Tarif tenaga listrik naik tidak diimbangi dengan layanan. Yang terjadi malah semakin buruk," ucapnya ketus.
Advento Tambunan menambahkan, pemadaman listrik terjadi di Pangkalan Bun dan sekitarnya, membuat biaya operasional pengusaha dan masyarakat bertambah. Hal itu karena pihaknya harus menggunakan genset yang memakai bahan bakar minyak (BBM) sehingga harus mengeluarkan biaya lebih besar.
"Biaya energi jauh lebih mahal. Kalau menggunakan listrik kan tarifnya jelas. Nah ini memakai genset dengan BBM," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-)








