BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Persediaan makanan warga Desa Sukarami Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kobar hanya mampu bertahan sampai dua hari ke depan. Mereka membutuhkan bantuan makanan dan obat-obatan dari pemerintah. 

"Warga sudah tidak bekerja karena kebun mereka sudah terendam banjir, sudah tidak punya penghasilan, anak-anak sudah tidak sekolah," kata warga Desa Sukarami, Eko, Jumat (3/3/2017) petang.

Ia mengaku, kondisi desa sudah mencekam. Warga sudah panik. Air terus naik 10 centimeter per jam. "Saya minta pemerintah jangan menutup mata, kami di sini menderita," akunya.

Sekdes Sukarami, Repiadi yang ditemui Borneonews Jumat petang ini mengaku warga sudah kesulitan bahan makanan, sementara warga masih bertahan karena belum ada evakuasi dari pemerintah.

"Kami sudah minum dari air sungai, karena mata air sudah terendam banjir semua,"

Ia mengaku, belum ada banntuan dari perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Aruta. Semua pihak nampak menutup mata dan telinga atas bencana ini. (CECEP HERDI/B-2)