BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menagih janji PLN Rayon Pangkalan Bun. Sebelumnya, pihak PLN pernah berjanji pasokan listrik mulai Februari 2017 kembali normal.
"Katanya sudah normal, ini kok padam lagi?" ucap Hendry mempertanyakan komitmen PLN, Jumat (3/2/2017).
Pria yang tinggal di Jalan Ahmad Wongso Kelurahan Sidorejo Pangkalan Bun itu mengaku kecewa dengan PLN karena listrik masih sering padam. Padahal, PLN berjanji tidak akan melakukan pemadaman, apalagi sampai berjam-jam.
"Saya kecewa sekali dengan pelayanan PLN, masa listrik belum juga bagus. Sudah tarif naik, masih suka mati lampu," ujarnya.
Kondisi mengenaskan terjadi di Desa Tatas, Kecamatan Arut Selatan. Di tempat itu, listrik padam sejak beberapa hari lalu. Bahkan, dalam sehari semalam listrik menyala tidak lebih dari tiga jam. "Kemarin sehari semalam hanya hidup sejam, terus mati lagi. Hari ini sama," ujar warga Desa Tatas, Eva.
Senada diungkapkan Susan, warga Jalan Pasanah mengaku listrik di rumahnya sempat menyala dan mati beberapa kali dalam hitungan detik sehingga membuat rusaj sejumlah perabot elektronik.
"Nyala seperti kilat lalu mati lagi dan ini berlangsung sampai beberapa kali. Ini kan berbahaya untuk barang elektronik milik kami," katanya.
Pemadaman terjadi hampir di seluruh Kota Pangkalan Bun dan sekitarnya. Ia sangat menyesalkan pemadaman yang mendadak tersebut. Apalagi, pemadaman ini tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
"Matinya cukup lama. Menyedihkan memang, sudah hujan mati lampu lagi. Benar-benar miris," tukasnya.
Ia kembali menyoroti kinerja dan penaikan tarif PLN. Kebijakan kenaikan TDL seharusnya diimbangi dengan membaiknya pelayanan kepada konsumen. Salah satunya dengan tidak ada lagi pemadaman yang tidak tepat waktu.
"Dari awal saya menilai belum layak pemerintah menaikkan tarif dasar listrik karena PLN belum bisa memberikan pelayanan standar minimal," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)








