BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Air danau Masorayan meluap. Akibatnya, jalan lintas Pangkalan Bun-Kolam KM 37 terendam banjir hampir sepekan ini. Dua titik banjir berada tepat sebelum jembatan fly over dan sesudah jembatan dengan ketinggian mencapai setengah meter lebih, selutut orang dewasa.
Akibatnya, di dua titik tersebut terjadi antrian kendaraan karena kendaraan roda empat harus di pandu agar tidak keluar dari badan jalan saat melintas di ruas yang terendam banjir tersebut.
Menurut Arpawati, pegawai di lingkup Puskesmas Kolam, dua titik banjir di ruas jalan itu mempunyai kedalaman berbeda. Bagian tepi jalan kedalaman mencapai pinggang dewasa dan bagian tengah badan jalan ketinggian banjir mencapai lutut orang dewasa. Untuk itu kendaraan roda empat yang melintas harus di pandu melewati banjir sepanjang kurang lebih 50 meter agar tidak keluar jalur.
"Saat kami lewat tadi air masuk hingga ke dalam mobil dan karena tidak hapal medan mobil kami di pandu dari depan, kalau tidak hati-hati bisa tergelincir keluar jalur," kata Arpawati, Sabtu pagi, (4/3/2017).
Ia mengungkapkan lengkap sudahlah penderitaan pengguna jalan Kolam, saat keluar dari ujung jalan Aspal di Kelurahan Mendawai Seberang, mereka sudah melewai medan berat dengan kondisi jalan berlumpur dan licin, memasuki kecamatan Kolam tantangan baru harus dihadapi yaitu banjir, walau tidak seberapa panjang banjir cukup membuat akses jalan lumpuh.
Kondisi tersebut mengakibatkan waktu perjalanan menjadi molor dari waktu normal 2 jam menjadi 4 jam perjalanan. (KOKO SULISTYO/N).








