BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Kalteng telah mengoperasikan tujuh Kapal tipe C-2. Kendaraan yang biasa digunakan untuk patroli wilayah perairan itu disulap menjadi perpustakaan terapung atau kapal melek huruf.

Kapolda Kalteng Brigjen Polisi Anang Revandoko berharap, dengan disediakannya perpustakaan terapung, kepolisian bukan hanya menggunakan kapalnya untuk melakukan pengamanan wilayah saja. Tetapi, bisa menjadi tempat untuk memfasilitasi anak-anak di wilayah perairan gemar membaca buku.

"Saat patroli di perairan, kapal yang juga membawa ratusan buku itu dapat dikunjungi masyarakat, khususnya anak-anak untuk membaca buku," terang Jenderal bintang satu satu itu, Sabtu (4/3/2017).

Gagasan perpustakaan terapung, terang Kapolda, merupakan perwujudan program Polri Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter) sehingga kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian meningkat.

Ratusan buku di kapal yang biasa digunakan untuk mengamankan wilayah perairan itu, kata Anang Revandoko, berasal dari sumbangan masyarakat, perpustakaan daerah setempat dan bantuan dari pemerintah pusat. "Semoga pelajar antusias memanfaatkan perpustakaan terapung yang akan menjangkau daerah pesisir dan aliran sungai," ucap Kapolda.

Selain di perairan Kumai, kapal terapung itu juga beroperasi di sejumlah daerah pesisir Kalteng dan aliran Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur serta sungai di wilayah perairan Kabupaten Kapuas. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)