BORNEONEWS, Sampit - Usaha pembuatan keripik pisang digeluti sejumlah kaum hawa yang tergabung dalam Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang. Usaha itu untuk meningkatkan perekonomian wanita terutama ibu rumah tangga.

Ketua TP PKK Desa Pelangsian Nor Linda mengatakan, sejumlah ibu rumah tangga di desa tersebut sedang gencar menekuni bisnis keripik pisang. Selain proses produksinya yang terbilang cukup mudah, keuntungan yang diraih pun lumayan.

“Kami melakukan usaha ini untuk membantu pendapatan keluarga,” ujar Linda, Minggu (5/3/2017).

Linda mengatakan, usaha keripik pisang tersebut sudah berjalan selama dua tahun. Peminatnya pun cukup banyak. Sedangkan untuk harga satu bungkus kecil Rp2000, dan bungkus besar yang beratnya 1 kg, dihargai Rp50 ribu. Untuk seharinya, mereka membutuhkan 50 kg pisang yang dibeli dari warga sekitar.

“Kami beli dulu pisang milik warga desa ini, kalau tidak mencukupi baru beli pisang dari kecamatan atau desa lain,” lanjut Linda.

Selain untuk meraih keuntungan, usaha itu juga memudahkan pemasaran petani pisang di daerah tersebut.

“Intinya kami ingin usaha keripik pisang ini berdampak positif dengan ekonomi warga Desa Pelangsian,” kata Linda. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)