BORNEONEWS, Palangka Raya - Dikukuhkannya Provinsi Kalimantan Tengah menjadi daerah terbaik dalam menjaga harmonisasi keberagaman umat beragama oleh Kementerian Agama tidak boleh cukup disikapi dengan rasa bangga tanpa ada suatu gerakan.
Upaya riil mempertahankan dan merawat torehan yang bagus dalam pembinaan antar umat beragama itu salah satunya adalah publikasi kearifan lokal dan falsafah yang masih terjaga karena dipegang teguh masyarakat Kalteng.
Penekanan ini disampaikan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Ibnu Elmi AS Pelu. Dia menyerukan perlu lebih banyak publikasi model dan bentuk menjaga keragaman yang turun temurun dilakukan warga Kalteng yang majemuk ini hingga sekarang.
Di Bumi Tambin Bingai ini bukan hal yang sulit menjumpai dalam satu garis keturunan, keluarga dalam satu rumah, hidup berdampingan berlainan pemeluk agama tetapi tetap rukun.
"Harapan ada lebih banyak mempublikasikan model dan bentuk penguatan keragaman yang ada dalam kesadaran masyarakat Kalteng yang masih terjaga dengan baik ini. Model dan bentuk itulah yang mungkin bisa diakomodasi atau diadopsi daerah lain misalnya," kata Ibnu kepada Borneonews.co.id, Minggu (5/3/2017).
Selanjutnya Ibnu menyarankan agar siapapun dan dari kalangan manapun, terutama setiap satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dan seluruh pemangku kepentingan atau stake holder agar tetap merawat keragaman sebagai potensi sumber kekuatan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ROZIQIN/B-6)
Upaya riil mempertahankan dan merawat torehan yang bagus dalam pembinaan antar umat beragama itu salah satunya adalah publikasi kearifan lokal dan falsafah yang masih terjaga karena dipegang teguh masyarakat Kalteng.
Penekanan ini disampaikan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Ibnu Elmi AS Pelu. Dia menyerukan perlu lebih banyak publikasi model dan bentuk menjaga keragaman yang turun temurun dilakukan warga Kalteng yang majemuk ini hingga sekarang.
Di Bumi Tambin Bingai ini bukan hal yang sulit menjumpai dalam satu garis keturunan, keluarga dalam satu rumah, hidup berdampingan berlainan pemeluk agama tetapi tetap rukun.
"Harapan ada lebih banyak mempublikasikan model dan bentuk penguatan keragaman yang ada dalam kesadaran masyarakat Kalteng yang masih terjaga dengan baik ini. Model dan bentuk itulah yang mungkin bisa diakomodasi atau diadopsi daerah lain misalnya," kata Ibnu kepada Borneonews.co.id, Minggu (5/3/2017).
Selanjutnya Ibnu menyarankan agar siapapun dan dari kalangan manapun, terutama setiap satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dan seluruh pemangku kepentingan atau stake holder agar tetap merawat keragaman sebagai potensi sumber kekuatan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ROZIQIN/B-6)








