BORNEONEWS, Palangka Raya – Masih terkait penguatan model interaksi keberagamaan dan penguatan Keragaman di Kalimantan Tengah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Ibnu Elmi AS Pelu bersuara terkait perlunya kejalinan kebersamaan itu dilakukan juga dalam institusi pendidikan.
Misalnya model interaksi antara lembaga sekolah umum dan sekolah yang digagas dari lembaga atau ormas keagamaan. Juga terkait dengan institusi perguruan tinggi keagamaan di Kalteng yaitu IAIN, Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN), dan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) di Palangka Raya. Kuliah kerja nyata (KKN) dari tiga kampus agama ini layak dipertimbangkan.
"Harapan saya gubernur menggagas dan mendukung anggaran terlaksananya KKN kerukunan antara IAIN, STAKN, dan STAHN sebagai bagian dari model interaksi keberagamaan tadi,” kata Ibnu kepada Borneonews.co.id, Minggu (5/3/2017).
Dengan begitu artinya kerukunan tidak hanya ada dalam sosiologis dalam masyarakat Kalteng yang sudah terjadi sejak lama dan terjaga sampai kini, tapi juga terimplementasikan dalam pendidikan.
“Jadi tidak hanya jadi kultur dan berlangsung secara sosiologis, tetapi kerukunan juga bisa lahir dari lembaga pendidikan,” tutupnya. (ROZIQIN/B-6)
Misalnya model interaksi antara lembaga sekolah umum dan sekolah yang digagas dari lembaga atau ormas keagamaan. Juga terkait dengan institusi perguruan tinggi keagamaan di Kalteng yaitu IAIN, Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN), dan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) di Palangka Raya. Kuliah kerja nyata (KKN) dari tiga kampus agama ini layak dipertimbangkan.
"Harapan saya gubernur menggagas dan mendukung anggaran terlaksananya KKN kerukunan antara IAIN, STAKN, dan STAHN sebagai bagian dari model interaksi keberagamaan tadi,” kata Ibnu kepada Borneonews.co.id, Minggu (5/3/2017).
Dengan begitu artinya kerukunan tidak hanya ada dalam sosiologis dalam masyarakat Kalteng yang sudah terjadi sejak lama dan terjaga sampai kini, tapi juga terimplementasikan dalam pendidikan.
“Jadi tidak hanya jadi kultur dan berlangsung secara sosiologis, tetapi kerukunan juga bisa lahir dari lembaga pendidikan,” tutupnya. (ROZIQIN/B-6)








