BORNEONEWS Sampit - Akibat bencana banjir yang melanda Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) I desa tersebut diliburkan.

“Untuk aktivitas belajar sudah diliburkan sejak Sabtu (4/3/2017), karena banjir sudah menggenangi halaman maupun ruang belajar SDN tersebut,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Sutoyo, Minggu (5/3/2017).

Sutoyo menjelaskan, di SDN I Desa Hanjalipan ketinggian air yang menggenangi halaman sekolah ini mencapai 1 meter. Sedangkan di dalam ruangan kelas juga dimasuki air sekitar 1 cm.

Belum diketahui hingga kapan sekolah tersebut diliburkan, namun kemungkinan besar hingga banjir sudah surut.

“Untuk sekolah belum diketahui hingga kapan diliburkan, dan yang pasti menunggu banjir sudah tidak melanda desa tersebut,” lanjut Sutoyo.

Sementara, hingga pukul 17.00 WIB, ada 107 buah rumah di empat rukun tetangga (RT) desa tersebut yang terendam banjir. Banjir itu melanda di empat RT, yakni RT I ada 40 buah rumah yang terendam, RT II 10 buah, RT III 20 buah, dan RT IV 37 rumah.

Dalam musibah banjir tersebut, ketinggian air dari jalan mencapi 100 cm hingga 130 cm. Bahkan hampir seluruh rumah yang terendam tersebut air sudah dimasuki air, yang tingginya mencapai 40 cm hingga 55 cm.

Adanya banjir tersbeut juga membuat jalan sekitar 1,5 Km di desa tersebut terendam. Hal itupun membuat aktivitas warga sekitar terhambat. Bahkan banyak warga yang tidak dapat bekerja, akibat musibah tersebut.

Warga sekitar yang ingin keluar rumah, terpaksa menggunakan kelotok yang mereka miliki. Karena tidak ada sedikitpun jalan yang tidak digenangi air. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)