BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Camat Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Warwoto menegaskan Pemkab bukan lambat menangani bencana banjir di wilayahnya. Namun pemerintah membutuhkan laporan dan perencanaan untuk mengatasi dan mengevakuasi korban banjir.

"Bukan lambat tapi perlu laporan dan perencanaan," kilah Marwoto, Minggu (5/3/2017)..

Sejak banjir merendam hampir semua desa di Aruta dua pekan lalu, ada beberapa desa yang sudah terisolir bahkan warganya hampir kelaparan. Namun pemerintah tak kunjung menurunkan bantuan. Bahkan, tidak ada pejabat terksit pun yang mengunjungi desa-desa tersebut.

"Kami sudah terisolir, air bersih sudah tidak ada. Minum pun sudah air sungai," jelas Sekertaris desa Sukarami, Repiadi baru-baru ini.

Laporan demi laporan pun masuk ke telinga para pejabat Pemkab, baik dari pemerintah desa setempat maupun dari pemberitaan media massa. Tak mau dianggal lambat, Pemkab pun langsung bertindak cepat dengan mengirimkan logistik berupa 6,1 ton beras, makanan siap saji dan air minum dalam kemasan.

"Kami hari ini menyalurkan bantuan beras sebanyak 6,1 ton dan makana siap saji. Namun untuk evakuasi korban ke tempat prngungsian kita masih terus meninjau," jelas Kepala BPBD Kobar, Hermon F Lion sore tadi.

Bantuan lain pun muncul dari Bupati terpilih Nurani, rombongan yang tiba di Aruta pukul 10.0p siang tadi menyalurkan seribu paket sembako untuk seluruh warga desa Aruta ya g terdampak banjir. (CECEP HERDI/B-5)