BORNEONEWS, Sampit - Dinas Tata Ruang dan Pekerjaan Umum Kotawaringin Timur (Kotim) mengerahkan satu unit excavator menertibkan bangunan di atas parit yang berada di Km 3 Jalan Jenderal Sudirman Sampit, akibatnya banyak pedagang buah di kawasan itu kelabakan, padahal jauh-jauh hari sudah diingatkan.
"Padahal mereka sudah lama kami ingatkan untuk bongkar sendiri dan kami sudah serahkan langsung surat ke masing-masing pedagang namun tidak mereka hiraukan sehingga kita ambil langkah tegas,"ujar Kadis Tata Ruang dan Pekerjaan Umum Kotim H Machmoer, Senin (6/3/2017)
Dikatakan Macmoer, akibat bangunan di atas parit atau drainase menjadi biang tersumbatnya saluran khususnya di jalur yang menghubungkan Sampit- Pangkalan Bun tersebut.
"Bayangkan saja, ini baru saja dikeruk sudah tiga truk kayu-kayu yang menutupi drainase ini, ban segala macam banyak di parit ini," kata Machmoer.
Menurut Macmoer pemilik bangunan di kawasan itu nampaknya sengaja menutup saluran tersebut, tanpa memperhatikan dampak dari bangunan mereka.
"Ini yang sangat kami sayangkan, harusnya saluran bersih biar air lancar," ucapnya.
Sementara itu, tampak sejumlah pedagang buah cepat-cepat membongkar sendiri bangunan mereka, sebagian bahkan warung yang sempat diselamatkan mereka selamatkan, sementara yang tidak sempat langsung dibongkar dengan excavator. (NACO/B-5)








