BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Pemkab Seruyan menetapkan kabupaten ini sebagai daerah darurat banjir. Itu setelah sejumlah desa yang berada di beberapa kecamatan, meliputi Hanau, Batu Ampar, Seruyan Tengah, dan sebagian Kecamatan Seruyan Hilir, dilanda banjir dengan ketinggian bervariasi.
“Lokasi banjir sudah kita tinjau kemarin. Seperti di wilayah Hanau dan Asam Baru, ada beberapa desa di sana yang banjirnya mencapai ketinggian sekitar dua meter,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Haryono kepada wartawan di Kuala Pembuang, Senin (6/3/2017).
Banjir yang sudah terjadi selama sepekan terakhir itu, lanjut Haryono, memiliki ketinggian air yang bervariasi dari setiap desa.
Seperti banjir di Seruyan Tengah, merupakan yang terparah karena kedalaman air hingga merendam rumah pemukiman penduduk, terjadi di Desa Ayawan dan Desa Durian Tunggal.
Sementara di Hanau, meliputi Desa Tanjung Hanau, Parang Batang dan Panimba Raya serta sejumlah desa di sekitarnya.
“Pemkab Seruyan saat ini sudah melakukan serangkaian upaya penanggulangan bencana banjir dengan melibatkan pihak swasta dari perkebunan sawit dipimpin langsung oleh Pak Bupati. Ada sekitar delapan desa keseluruhan di Seruyan yang dilanda banjir,” ujarnya.
Sementara itu, menurut seorang warga Desa Ayawan, Saifudin, banjir yang melanda pemukiman desanya tahun ini dinilai merupakan banjir terparah yang terjadi akibat naiknya air sungai Seruyan kepermukaan. Ditambah lagi, tingginya intensitas hujan yang turun.
“Kami berharap pemkab dapat lebih cepat mengatasi persoalan banjir ini,” pintanya. (PARNEN/B-5)








