BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Banjir yang telah merendam 10 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Arut Utara (Aruta) hampir dua pekan ini membuat pihak sekolah meliburkan anak didiknya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibbud) Kobar, Aida Lailawati mengatakan, banjir memang mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Sekolah harus mengambil keputusan untuk meliburkan siswa siswi.
“Contohnya banjir di SDN 2 Desa Runtu, Kecamatan Arsel, saat banjir juga memang sudah diliburkan,” kata Aida, Senin (6/3/2017) siang.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan, jika terjadi banjir dan semakin meninggi, sekolah diharapkan segera meliburkan siswanya. Hal itu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terserang penyakit akibat banjir.
"Intinya sudah kami instruksikan kepada setiap kepala sekolah, yang sekolahnya terdampak banjir untuk sementara waktu meliburkan kegiatan belajar mengajar,” ucapnya. (CECEP HERDI/B-2)








