BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 400 jiwa warga Desa Kondang, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, sudah sepekan terkepung banjir. Banjir dengan ketinggian sekitar 40 centimeter merendam sejumlah fasilitas publik, seperti jalan perkampungan, kantor desa, puskesmas pembantu (pustu) serta sekolah. Ratusan rumah warga pun terancam terendam.

Dampak buruk banjir mulai dirasakan warga. "Dampak banjir yang paling dirasakan terkait pelayanan publik, karena jalan putus sehingga kita tidak bisa berurusan ke kecamatan, kecuali melalui jalur air. Selain itu warga juga sudah mulai dijangkiti berbagai penyakit, terutama gatal-gatal," kata Pejabat Kepala Desa Kondang, Alex Sugiono, Senin (6/3/2017).

Luapan air Sungai lamandau, itu terus meninggi di Desa Lalang, Rungun, dan Kondang. Ini karena debit air di hulu sungai semakin bertambah. Kegiatan masyarakat, aktivitas belajar-mengajar di sekolah dasar juga masih berjalan normal. Hanya, saat ini murid-murid yang berangkat sekolah sudah tidak mengenakan sepatu lagi. (KOKO SULISTYO/B-10)