BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam kunjungan Komisi C DPRD Kota Palangka Raya ke Kota Batu, Malang, Jawa Timur baru-baru ini mendapati dana dari APBD di kota tersebut hanya berkisar Rp200 Miliar. Meski demikian, Kota Pendidikan tersebut mampu menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa SD hingga SMA.

"Itulah kelebihan Pemerintahan Kota Batu, Malang. Dengan APBD Rp800 miliar lebih dan anggaran dinas pendidikan setempat hanya Rp200an Miliar namun mampu menggratiskan biaya pendidikan bagi sekolah SD hingga SMA/SMK, karena di sana ada kebijakan dari BOS Daerah ditambah dengan BOS Nasional," ungkap Subandi, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Senin (6/3/2017).

Disebutkan Subandi jumlah guru di sana tidak sebanyak guru di Palangka Raya, hanya 2.000-an orang sehingga pembangunan sekolah dengan bantuan dana BOS bisa terbantu.

"Selain itu sekolah di sana memiliki 18 ekstra kulikuler, salah satunya tarian daerah, wajib bahasa Inggris dan bahasa daerah," jelas politisi Golkar ini.

Untuk itu disediakan pula tambahan penghasilan bagi guru yang menguasai salah satu bidang ekstra kurikuler untuk mengajari siswa.

"Jadi sekolah memberdayakan tenaga guru setempat dan tidak mengambil guru dari luar," pungkasnya.

Pihaknya berharap Pemerintah Kota Palangka Raya yang mengalokasikan Rp300 miliar lebih untuk dana pendidikan dari APBD sebesar Rp1,1 Triliun bisa mencontoh hal tersebut untuk diterapkan di Kota Cantik. (TESTI PRISCILLA/B-6)