BORNEONEWS, Sampit - Walaupun sudah lima hari, namun pohon pisang yang ditanam warga di ruas Jalan Ir H Juanda, Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang rusak masih 'tumbuh' tanpa ada yang mencabut atau merusaknya.

Pohon pisang tersebut ditanam warga sejak Jumat (3/3/2017) lalu, namun hingga Selasa (7/3/2017) ini masih berdiri, bahkan daunnya tampak mulai tumbuh.

"Hingga saat ini kami tidak mau mencabutnya, sampai ada kejelasan dari pemerintah daerah melakukan perbaikan," ujar Darmawansyah, salah satu warga sekitar desa tersebut, Selasa (7/3/2017).

Warga sekitar ingin agar pemerintah daerah segera memperbaiki jalan rusak tersebut. Karena selama ini belum ada perbaikan, dan hanya sedikit pengurukan saja.

Hal itupun dianggap sangat mengganggu bagi warga sekitar. Karena tidak jarang ada masyarakat yang terjatuh saat melintasi jalan tersebut.

"Sudah banyak yang jadi korban, beruntung tidak parah. Dan hal itulah yang sangat kami khawatirkan," kata Darmawansyah.

Selain itu, penanaman pohon pisang itu juga dilakukan oleh mereka agar bisa menjadi tanda. Sehingga warga yang berkebdara baik itu motor, mobil, dan truk bisa mengetahui bahwa di jalan tersebut lubanganya cukup parah dan sangat berbahaya.

Darmawansyah juga menerangkan bahwa saat ini jalan semakin rusak. Apalagi musim penghujan seperti ini.

Sedangkan rusaknya jalan tersebut akibat banyaknya truk yang melintas dalam setiap harinya. Bahkan banyak dari kendaraan roda enam tersebut mengangkut barang atau pupuk dengan jumlah yang besar. Sehingga membuat jalan tersebut cepat rusak. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)