BORNEONEWS, Sampit - Musim penghujan belakangan ini ternyata menjadi berkah bagi sebagian warga. Di sejumlah kawasan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) banyak tumbuh jamur (kulat) bentilung yang diburu warga untuk diolah menjadi aneka ragam kuliner lezat.

Hal itu terlihat di Pasar Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Di mana banyak warga yang menjual jamur tersebut. Harga yang ditawarkanpun bervariasi, yakni Rp40 ribu per kilogram. Namun bila pandai menawar, bisa mendapatkan harga Rp25 ribu per kilogram.

“Banyak pembelinya, harganya juga tidak semahal biasanya karena lagi musim,” terang Iwan, salah seorang pedagang kulat bentilung, (7/3/2017).

Menurutnya, dia mendapatkan kulat bentilung dari daerah Desa Sungai Paring Kecamatan Cempaga. Namun ada juga dari hasil mencari sendiri, di sejumlah kebun warga.

Iwa menerangkan, saat musim penghujan seperti ini memang banyak jamur yang tumbuh. Sehingga harganyapun turun dari biasanya yang mencapai sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Kulat bentilung tersebut, hanya tumbuh pada musim tertentu dan tidak dapat diprediksi kapan dan dimana tumbuhnya. Sehingga kalau sedang langka, harganya akan sangat tinggi. Rasa kulat bentilung juga lebih lezat dibanding jamur lainnya seperti jamur sawit, jamur tiram atau jamur kuping. Sehingga harganya juga lebih tinggi.

Menurutnya, saat ini banyak warga yang berburu kulat bentilung, karena cukup banyak tumbuhnya. Selain di Desa Sungai Paring, ada juga penjual kulat bentilung yang mendapatkannya dari kawasan Jalan Sudirman Km 26 arah Sampit – Pangkalan Bun. Mereka menjual dalam bungkusan kresek seberat 250 gram, dengan harga Rp10 ribu per kantong plastik. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)