BORNEONEWS, Muara Teweh – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, H. Taufik mengatakan, sampai hari ini, Selasa (7/3/2017) di Barito Utara terdapat 24 desa dan kelurahan yang tergenang banjir. Semuanya tersebar pada enam kecamatan, yakni Lahei Barat, Lahei, Teweh Baru, Teweh Tengah, Teweh Selatan dan Kecamatan Montallat.
Taufik menjelaskan, penyebab terjadinya banjir yakni hujan yang temponya terus menerus dengan frekuensi ringan hingga normal sejak 26 Februari 2017 hingga 7 Maret 2017 di hulu DAS Barito dan semua anak sungainya seperti DAS Lahei, DAS Teweh, DAS Pendreh, DAS Montallat yang terjadi menyeluruh di wilayah Kabupaten Barito Utara.
Selanjutnya, air kiriman dari hulu DAS Barito sebagai akibat banjir di wilayah Kabupaten Murung Raya sejak 25 Februari 2017.
Taufik menerangkan bahwa desa yang tergenag banjir yakni desa Karamuan, Benao Hulu , Benao Hilir, Teluk Malawaken, Luwe Hulu, Mukut, Lahei I, Haragandang, Muara Pari, Bengahon, Muara Inu, Juju Baru, Malawaken, Pendreh, Lemo I, Lemo II, Butong, Bintang Ninggi I, Rubei, dan Sikan.
Sementara kelurahan yang terendam banjir yakni Kelurahan Lahei, Kelurahan jambu, Kelurahan Melayu, dan Kelurahan Montallat. (RAMADHANI/N).
24 Desa dan Kelurahan di Barito Utara Tergenang Banjir
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







