BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah melalui uji kelayakan terhadap tiga lokasi rencana pembangunan terminal barang untuk bongkar-muat barang yang dibawa truk-truk fuso dari pelabuhan, Dinas Perhubungan Kotawaringin Barat (Kobar) memutuskan akan membangun terminal di wilayah Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai. 

"Yang paling ideal dari ketiga lokasi ini di Batu Belaman yang bersebelahan dengan pabrik jagung Agrotama Mandiri. Mudah-mudahan didukung dan akan direalisasikan pada 2019," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Barat, Petrus Rinda, Selasa (7/3/2017).

Ia mengatakan, untuk membangun terminal barang dibutuhkan anggaran sebesar Rp5 miliar. Namun, menurutnya, itu masih akan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan desain.

Ia menegaskan dengan dibangunnya terminal barang tersebut maka dampak positifnya sangat banyak karena nantinya angkutan barang dari arah manapun akan masuk melalui Pangkalan Lima arah Tempenek dan memutar melalui Kumai dan bongkar di Batu Belaman.

" Dari Sungai Tendang sudah ada jalan, jadi dari Roro juga nantinya arahnya ke situ," imbuh Petrus.

Ia berharap, dengan dibangunnya terminal barang bongkar-muat dari kapal roro itu, sejumlah ruas jalan dapat terawat. Pengusaha angkutan pun dipersilakan membongkar muatan di terminal, sebelum mendistribusikan barang-barangnya ke gudang dengan menggunakan angkutan ringan. (KOKO SULISTYO/B-10)