BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Keberadaan ratusan bangunan walet yang berdiri di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dapat menjadi vektor baru atau perantara penyebaran penyakit demam berdarah. Hal ini bisa terjadi apabila bak penampungan air yang biasanya terdapat pada gedung sarang walet tidak di kuras secara berkala.
"Bak tersebut berpotensi menjadi sarang berkembang biak nyamuk apabila pengurasannya lebih dari tujuh hari. Mengingat siklus berkembang biaknya DBD 7 hingga 9 hari," ungkap Jamin Ginting, Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan, Kobar, Selasa (7/3/2017).
Ia menyarankan, pengelola gedung sarang walet dapat memperhatikan masalah kebersihan air di dalam gedung itu agar nyamuk aedes aegypti, yang menebar DBD tak dapat berkembang. (KOKO SULISTYO/B-10)








