BORNEONEWS, Palangka Raya - Tempat tidur inilah menjadi saksi membisu hari-hari Aminah. Nenek lanjut usia diperkirakan berusia di atas 80 tahun itu hanya bisa duduk dan membaringkan tubuhnya.
Tak banyak yang bisa ia lakukan selain menerima uluran tangan dari orang lain. Pendengarannya pun terganggu. Ingatannya juga sudah tidak setajam kala muda. Bahkan dengan nama suaminya saja yang sudah meninggal dunia tidak ingat.
Hanya mengingat tiga nama anaknya, Ijai, Jailani dan Utuh. Keberadaannya pun tidak diketahui meskipun terkadang malam hari tiba. Satu di antara anaknya itu juga telah meninggal dunia. Namun Aminah juga tidak ingat siapa yang sudah meninggal dari anaknya itu. "Laki ku, kada ingat lagi namanya. Anak ku ada Ijai, Jailani, Utuh. Satu meninggal. Kada ingat yang mana," ucap Aminah.
Tidak banyak informasi yang diperoleh Borneonews saat menyambangi nenek ini di Jalan Pelatuk, Tjilik Riwut Km 1,5 persisnya barak pertama paling ujung, dekat titian jembatan, Selasa (7/3/2017) pukul 16.00 WIB.
Hal ini karena komunikasi sedikit terganggu. Untuk berkomunikasi saja harus dengan nada nyaring dan dekat dengan telinga. Dari pantauan Borneonews, keadaan Aminah di tempat tersebut sungguh memprihatinkan.
Dia hanya mengharapkan bantuan tetangga untuk menerima asupan makanan. Tubuhnya yang nampak kurus semakin membuat kesehatan Aminah menurun. "Di sini tarus aku. Kada nyaman awak (Di sini terus saya, tidak enak badan)," tuturnya dengan nada terbata-bata. (BUDI YULIANTO/B-8)








