BORNEONEWS, Palangka Raya - Satu lagi, seorang nenek yang terbaring lemah dan cuma mengharapkan uluran tetangga untuk menerima asupan makanan sehari-hari di Jalan Pelatuk, Tjilik Riwut Km 1,5 persisnya barak pertama paling ujung dekat titian jembatan, Palangka Raya.
Dia adalah Siti Aisyah (73). Di barak itu, Aisyah hanya tinggal berdua dengan rekannya, Aminah (lebih dari 80 tahun) yang kondisinya lebih parah. Aminah malah hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sedangkan Aisyah sendiri masih mampu berdiri walaupun langkah kakinya tak setegak kala muda. Terkadang ia juga menggunakan tongkat sebagai bantuan.
Di barak itu, Siti Aisyah menyebut hanya numpang dengan rekannya, Aminah. Posisi Siti Aisyah tidur dekat kamar mandi dan dapur sedang Aminah di kamar sebelah. Pendengar Siti Aisyah juga sama dengan Aminah. Jika hendak berkomunikasi, harus dengan nada nyaring dan dekat telinga.
"Kada bisa apa-apa. Cuma di sini saja. Saya di sini numpang teman. Hari-hari dibari tetangga," kata Siti Aisyah, Selasa (7/3/2017).
Dia menuturkan, suaminya yang bernama Syukur sudah meninggal pada 5 Agustus 1982. Dia mengaku telah dikaruniai enam anak, Masrani, Naimi, Hamilin, Alihan, Zulkifli dan Afransyah.
"Tapi anak ku sudah beristri semua. Mereka ada di Tumbang Samba," ungkapnya. Siti Aisyah mengaku sudah tinggal selama 5 tahun di barak itu. "Aku di sini numpang teman (Aminah). Dulu rumah di Mendawai kebakaran. Terus tinggal disini," ceritanya.
Dia juga mengaku berterimakasih bila mana suatu saat nanti pemerintah dapat memberikan bantuan. "Aku terimakasih banar kalau ada bantuan," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)
Dia adalah Siti Aisyah (73). Di barak itu, Aisyah hanya tinggal berdua dengan rekannya, Aminah (lebih dari 80 tahun) yang kondisinya lebih parah. Aminah malah hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sedangkan Aisyah sendiri masih mampu berdiri walaupun langkah kakinya tak setegak kala muda. Terkadang ia juga menggunakan tongkat sebagai bantuan.
Di barak itu, Siti Aisyah menyebut hanya numpang dengan rekannya, Aminah. Posisi Siti Aisyah tidur dekat kamar mandi dan dapur sedang Aminah di kamar sebelah. Pendengar Siti Aisyah juga sama dengan Aminah. Jika hendak berkomunikasi, harus dengan nada nyaring dan dekat telinga.
"Kada bisa apa-apa. Cuma di sini saja. Saya di sini numpang teman. Hari-hari dibari tetangga," kata Siti Aisyah, Selasa (7/3/2017).
Dia menuturkan, suaminya yang bernama Syukur sudah meninggal pada 5 Agustus 1982. Dia mengaku telah dikaruniai enam anak, Masrani, Naimi, Hamilin, Alihan, Zulkifli dan Afransyah.
"Tapi anak ku sudah beristri semua. Mereka ada di Tumbang Samba," ungkapnya. Siti Aisyah mengaku sudah tinggal selama 5 tahun di barak itu. "Aku di sini numpang teman (Aminah). Dulu rumah di Mendawai kebakaran. Terus tinggal disini," ceritanya.
Dia juga mengaku berterimakasih bila mana suatu saat nanti pemerintah dapat memberikan bantuan. "Aku terimakasih banar kalau ada bantuan," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)








