BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Anjono Bhakti mengatakan, untuk mencapai tujuan penyuluhan harus ditata dan dibangun sistem yang kuat, efektif, efisien dan modern. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan produktivitas, mutu dan efisiensi usaha dari petani yang menjadi binaan.
“Hasil rumusan yang dicapai akan menjadi kerangka acuan kerja untuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan pertanian di Kapuas. Kita harus terus bekerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas,” kata Anjono Bhakti pada Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian 2017, Selasa (7/3/2017).
Pada kesempatan itu, Antono menjelaskan. tujuan kegiatan tersebut yakni untuk membangun landasan kebijakan penyelenggaraan penyuluhan pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Kapuas.
Kemudian, lanjut Anjono,untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta profesionalisme penyuluh khususnya dalam melaksanakan pengawalan dan pendampingan terhadap program/kegiatan Dinas Pertanian, serta pengawalan dan pendampingan dalam penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) atau Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Sasaran dari penyelenggaraan kegiatan temu teknis adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas penyuluh pertanian,” kata Anjono.







