BORNEONEWS, Buntok - Pemerintah Kabupaten Barito Selatan masih memiliki utang Rp2 miliar lebih kepada RSUD Jaraga Sasameh Buntok. Tunggakan sebesar itu, terkait pembayaran jaminan kesehatan oleh Pemkab Barsel terhadap warga tidak mampu tahun 2016, yang dibebankan pada RSUD Barito Selatan itu.
"Biaya opersional dan obat-obatan jaminan kesehatan itu, sampai saat ini belum terbayar bahkan mencapai Rp2 miliar lebih," kata Kepala RSUD Jaraga Sasameh dr Yardi Nazar kepada PPost di ruang kerjanya, di Buntok, Selasa (7/3/2017).
Walau demikian kata Yardi, pihaknya sebagai abdi masyarakat tetap berusaha memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada setiap pasien yang membutuhkan bantuan."Saya sudah berikan penjelasan kepada seluruh tenaga medis, bahwa kami harus mengedepankan pelayanan kemanusiaan. Jadi siapa pun yang datang berobat di rumah sakit ini wajib dilayani."
Menurut Yardi, dari sejumlah warga tidak mampu yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kepala desa, untuk sementara ini pihaknya terpaksa harus lebih cermat menindaklanjuti sesuai program pemerintah RI melaui Kartu Indonesia Sehat (KIS).
"Kalau untuk pasien yang benar-benar tidak mampu, keluarga pasien kami sarankan harus segera berurusan dengan pihak Dinas Sosial agar yang bersangkutan bisa mendapatkan KIS," ujarnya.
Terkait dengan besarnya jumlah utang pemerintah kabupaten Barsel kepada RSUD tersebut, Yardi berharap bisa menjadi pemikiran semua pihak agar kedepannya bisa terselesaikan. "Karena masalah dana ini sangat erat kaitannya untuk menunjang, peningkatan dan keberhasilan rumah sakit kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat." (H. LAILY MANSYUR/PPOST/N).








