BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejumlah tetangga dua nenek yang tinggal di gubuk reot di Jalan Pelatuk, kawasan Tjilik Riwut, Km 1,5, Palangka Raya, persisnya di deretan barak pertama paling ujung dari titian jembatan kayu, mengamini bahwa kedua perempuan renta itu hanya bisa menunggu uluran tangan dari orang lain untuk bertahan hidup.

Ini karena keduanya yang diketahui bernama Aminah (80+) dan Siti Aisyah (73), sudah tidak bisa lagi berjalan normal, apalagi mencari nafkah.

"Ya yang memberi ya tetangga-tetangga sini," kata Saubari, warga sekitar didampingi rekannya, Abdul Rahman, Rabu (8/3/2017).

Kondisi paling memprihatinkan dialami Aminah. Selain tubuhnya kurus, ia juga kesulitan berdiri. "Rumah ini milik nenek Aminah. Beliau disini ada anaknya (selain Siti Aisyah). Namanya Arsani, tapi dia stres. Kalau siang dia jalan-jalan kalau malam pulang," ungkap Saubari lagi.

Selain Arsani, nenek Aminah juga memiliki anak lain bernama Jailani. Tapi tinggal di Pujon, Kabupaten Kapuas. Sedangkan seorang lainnya namanya Utuh telah meninggal dunia.

Menurut Saubari, selain diberi makanan, nenek Aminah dan Aisyah dulu pernah diberi beras oleh tetangga mereka. Namun, tidak lama kemudian beras itu hilang. Dirinya tidak mengetahui siapa yang mengambil.

"Dulu ada orang yang memberi beras dan gula, tapi kadang-kadang hilang. Kita enggak tahu ke mana. Tidak tahu juga siapa yang mengambil. Mungkin mengambilnya saat warga di sini sudah sepi. Tapi diberi sembako pun tidak bisa memasak," ucapnya.

Tidak hanya itu, nenek Aminah dulu juga sempat hampir mendapat bantuan dari program bedah rumah. "Dulu mau dapat bedah. Cuma terkendala KTP dan KK sehingga tidak jadi," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/B-3)