BORNEONEWS, Nanga Bulik - Alih-alih membantu pemerintah daerah dalam pembangunan di bidang pendidikan dan sumberdaya manusia, ternyata masih banyak perusahaan di Lamandau yang tidak ikut andil dalam program beasiswa melalui dana Coorporate Social Responsibility  (CSR), khususnya melalui program beasiswa mahasiswa.

Betapa tidak, dari 20 lebih Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang mengantongi Hak Guna Usaha (HGU) di Lamandau, hanya 10 PBS saja yang ikut andil dalam program CSR beasiswa, dan itupun hanya 41 mahasiswa yang dibiayai dari program beasiswa, dengan total anggaran Rp194.900.000 dalam satu tahun.

Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Lamandau, Budi Prastowo, kepada Borneonews, Rabu (8/3/2017).

"Perusahaan yang membantu biaya kuliah (program beasiswa) berdasarkan data tahun 2016 lalu hanya 10 perusahaan saja, dengan total nominal bantuan biaya kuliah sebesar Rp194.900.000, untuk 41 mahasiswa," katanya.

Budi menyebut, program bantuan tersebut merupakan salahsatu bentuk kerjasama antara pemerintah dan perusahaan yang ada di Lamandau dalam membantu biaya kuliah mahasiswa asal Lamandau, dengan nominal bantuan yang bervariatif.

Dimana proses penyaluran program bantuan ini, kata dia, langsung diberikan oleh pihak perusahaan kepada orang tua atau mahasiswa yang bersangkutan, yang tidak tercover dalam program beasiswa prestasi serta beasiswa tidak mampu, yang setiap tahun disalurkan pemerintah daerah melalui Dinas Dikbud.

"Pola yang berjalan selama ini, pemkab mengajukan kepada pihak perusahaan untuk ikut membantu program beasiswa, kemudian perusahaan menyanggupi jumlah dan nominalnya, dan pola penyalurannya langsung disalurkan pihak perusahaan kepada penerima," jelasnya.

Namun sayang, kata dia lagi, dari sekian banyak PBS di Lamandau saat ini, hanya 10 perusahaan saja yang menyanggupi program ini, itupun jumlahnya rata-rata dibawah 5 orang per satu perusahaan, sehingga kami nilai masih kurang maksimal, karena jumlah mahasiswa dari Lamandau tiap tahun sudah pasti bertambah," kata dia. (HENDI NURFALAH/B-5)