BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun, Lukman Soleh mengatakan, curah hujan di wilayah Arut Utara (Aruta) dalam satu minggu ke depan diprediksi masih cukup tinggi.

"Berdasarkan hasil pengamatan data radar memang umumnya intensitas curah hujan wilayah Aruta cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh proses konveksi (pemanasan) yang cukup tinggi saat pagi hari yang membuat penguapan pun menjadi tinggi dalam proses pembentukan awan-awan konvektif yang menyebabkan hujan terjadi umumnya pada sore dan malam hari," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kobar, Fahrizal Fitri menjelaskan, banjir yang terjadi di Aruta disebabkan curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut.

Ketika ditanya apakah banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kobar disebabkan ulah manusia atau korporasi, yang secara sengaja merusak alam, dengan membuka lahan tanpa melihat akibatnya. “Mana buktinya kalau banjir disebabkan pembukaan lahan?” tanyanya kepada awak media.

Ia menjelaskan, jika disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan merendam Kecamatan Aruta dan sekitarnya, biasanya Pangkalan Bun juga sudah banjir. sebab, Pangkalan Bun kalau dipetakan berdasarkan urutan di Sungai Arut itu berada setelah kecamatan Aruta. 

“Jadi logikanya, seharusnya banjir juga sudah terjadi di Pangkalan Bun. Faktanya, hanya di Aruta saja yang diterjang banjir sedemikian parahnya,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Hermon F Lion menyatakan banjir di Aruta sudah berstatus darurat. "Statusnya sudsh darurat, kita sudsh buat posko untuk penanganan korban," katanya. (CECEP HERDI/B-10)