BORNEONEWS, Sampit - Wakil Bupati Kotawaringin Timur M Taufiq Mukri menyebutkan, banjir yang terjadi di Kota Sampit salah satu penyebabnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama pemilik bangunan yang membiarkan material mereka menutup saluran drainase.
"Kita sudah melakukan berbagai langkah. Salah satunya membongkar lapak pedagang di atas drainase. Kita juga bersihkan drainase dari tumpukan material bangunan," kata Taufiq, Rabu (8/3/2017).
Taufik mengatakan, banyaknya material bangunan menutup saluran bukan karena masalah penerbitan IMB yang tidak dibarengi dengan pengawasan saja. Tapi juga akibat perilaku warga yang membangun di tepi saluran dan membiarkan materialnya berhamburan ke drainase tanpa memerhatikan dampaknya.
Beberapa hari terakhir ini, pembongkaran sejumlah warung pedagang khususnya di Jalan Jenderal Sudirman Km 3 Sampit dilakukan lantaran menutup drainase. (NACO/B-11)








