BORNEONEWS, Muara Teweh - Seorang nenek berusia 54 tahun bernama Ijam harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, akibat menderita tiga luka tembak di tubuhnya.

Peristiwa penembakan yang dialami Ijam terjadi pada Senin (6/3/2017) . Tempat kejadian perkara di kebun milik korban di Desa Beringin Raya, Kecamatan Teweh Tengah.

Menurut penuturan anak korban, Nuryadi, saat berada di RSUD Muara Teweh, ibunya ditembak menggunakan senapan angin oleh seorang lelaki bernama Iming saat hendak pulang dari kebun. Pelaku masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Akibat tembakan itu, korban mengalami luka di leher kanan, daun telinga kanan, tangan sebelah kiri, dan dada. Untuk peluru yang masih ditertinggal di tubuh korban yakni satu di dada dan dua di tangan kiri.

Diceritakannya, penembakan tersebut berawal dari ibunya yang meminta Iming membelikan kebutuhan pokok di kios tidak jauh dari rumah mereka.

"Awalnya Iming mau membelikan sembako ibu saya, pada hari kedua diminta lagi untuk membelikan, Iming tidak mau dan beralasan tidak jelas. Dan pada hari ketiga diminta lagi untuk membelikan, namun Iming tidak mau dan berkata tidak keluar. Akan tetapi Iming malah keluar," sebutnya.

Melihat hal itu, korban lantas menegur Iming dan ngomel. Tidak terima diomeli, Iming lantas mengintai korban dari semak saat hendak  pulang dari kebun. Dan pada Senin (6/3/2017) sore terjadilah penembakan tersebut.

Karena jauh dari rumah dan warga, Ijam yang terluka harus berjalan kaki hingga berkilo-kilometer dengan luka tembak. Hingga akhirnya dibertemu warga yang langsung membawanya ke rumah sakit.

"Memang ibu saya tingga sendiri di Desa Beringin Raya, ketika tahu bahwa ibu ditembak langsung saya beserta keluarga yang lain menengoknya ke rumah sakit," tutur Nuryadi.

Ia berharap, pelaku penembak ibunya dapat diproses secara hukum. "Memang Iming dan keluarganya ada datang meminta hal ini diselesaikan secara kekeluargaan. Namun hal ini sungguh kelewatan dan tidak bisa diterima karena menembak secara brutal hingga menyebakan luka yang parah dan peluru masih bersarang di tubuh ibu saya. Untuk itu saya minta kepada pihak berwajib untuk memproses secara hukum" tegasnya. (RAMADANI/B-3)