BORNEONEWS, Kasongan - Pemerintah Kabupaten Katingan menggelar rapat koordinasi pengendalian kebakaran hutan lahan dan kebun (Karhutlabun) di ruang rapat kantor bupati setempat, di Kasongan, Kamis (9/3/2017). Rapar koordinasi pengendalian karhutlabun ini dipimpin langsung Bupati Ahmad Yantenglie didampingi Asisten II Ahmad Rubama dan Kepala BPBD, Icing.

Selain itu, hadir Kapolres Katingan AKBP Tato P Suyono, sejumlah camat, pihak USAID Lestari dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati Ahmad Yantenglie mengatakan dari data yang ada, Kabupaten Katingan salah satu daerah rawan terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

"Kalau di Kalteng sejauh ini ada 2 titik paling rawan terjadinya karhuta itu, yaitu Kapuas dan Katingan, termasuk Kabupaten Pulang Pisau," sebut Bupati Tenglie.

Orang nomor satu di Bumi Penyang Hinje Simpei ini mengatakan dari data pengalaman sebelumnya, saat musim kemarau titik api di wilayah Katingan lumayan besar, dibanding kabupaten lain.

"Pasalnya di wilayah ini sebagian terdiri dari lahan gambut, baik tebal maupun gambut tipis. Itulah yang melatarbelakangi mengapa Katingan selalu ada kebakaran lahan hampir tiap tahun," katanya.

Dalam rapat koordinasi ini pula sejumlah pihak termasuk Polres Katingan menyampaikan pendapatnya termasuk dari sisi hukum bagi para pelaku pembakar hutan dan lahan itu. (ABDUL GOFUR/N).