BORNEONEWS, Muara Teweh – Para petani di Desa Trahean dan areal transmigrasi Bangdep mengeluhkan modal untuk penanaman dan pembersihan lahan karena kondisi lahan pada saat ini mulai ditumbuhi semak belukar. Sementara, membuka lahan dengan sistem bakar sudah dilarang bahkan bakal ditindak secara hukum.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Barito Utara, Nadalsyah memberi solusi bahwa para petani akan didampingi pihak ketiga melalui kerjasama dengan Perusda Batara Membangun, para petani dengan pihak ketiga membuat kesepakatan melakukan pengembangan dan pemanfaatan lahan tidur.

“Dalam proses pembersihan lahan hingga penanaman dan pengelolaan akan ditanggung pihak Perusda Batara Membangun sampai panen, kemudian hasil yang diperoleh nantinya akan dibagi sesuai dengan kesepakatan yang ditentukan,” ucapnya, Kamis (8/3/2017)

Bupati berharap setelah kunjungan ini masyarakat, poktan desa setempat dan Perusda Batara Membangun segera menindaklanjuti pertemuan ini dengan melaksanakan kerjasama agar perekononinam masyarakat khususnya di Desa Traheyan dan Desa Trans Bangdep dapat lebih maju dan berkembang kedepannya.(RAMADHANI/B-8)