BORNEONEWS, Muara Teweh - Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi mengatakan luas lahan cetak sawah di Trahean dan Trans Bangdep sebanyak 300 hektare.
Lahan tersebut tidak tertanam, karena tidak ada dukungan Saprodi dan Alsintan sehingga petani kesulitan melakukan pengolahan lahan.
“Sesuai petunjuk awal untuk penanaman dibantu dengan Saprodi, khususnya kapur dan hand tractor 1 unit untuk 20 hektare. Dukungan Saprodi dan alsintan tersebut yang belum terpenuhi sehingga petani kesulitan menggarap lahan,” ujar Budi, Kamis (9/3/2017).
Namun dengan solusi dari Bupati Barito Utara, yakni dukungan kerjasama pihak ketiga diharapkan lahan tersebut dapat dimaksimalkan.
“Kelompok tani mengerjakan lahan dengan bantuan penggarapan dan saprodi dari Perusda yang nanti diperhitungkan melalui hasil panen,” jelasnya. (RAMADHANI/B-6)








