BORNEONEWS, Sampit - Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kabupaten Seruyan, sebagian besar tinggal di daerah pedesaan atau pelosok daerah ini. Hal itupun membuat pihak PT Pos Indonesia cabang Sampit berupaya keras untuk tetap dapat menyalurkan program tersebut.
“Untuk penerima PKH banyak yang tinggal di pelosok, sehingga kami harus ekstra bekerja untuk menyalurkan bantuan tersebut. Walaupun dalam satu kali perjalanan bisa mencapai tiga hari,” ujar Kepala Kantor Pos Indonesia cabang Sampit Muhdi, Kamis (9/3/2017).
Sasaran penyaluran di dua kabupaten yang dibawahi Kantos Pos di Sampit memang banyak di daerah pedalaman. Sehingga untuk penyalurannya pihaknya langsung datang kelokasi.
Sedangkan untuk data penyaluran pada tahap IV 2016 lalu, penerima bantuan PKH di Kotim sebanyak 3.493 rumah tangga sasaran (RTS), dengan total bantuan Rp1.354.213.750. Dari jumlah tersebut, hanya 1.490 RTS yang pencairan dananya melalui kantor Pos di Sampit, sedangkan 2.003 RTS lainnya, dilayani dengan sistem komunitas atau didatangi ke kecamatan.
Sedikitnya ada sembilan kecamatan yang harus didatangi petugas dari PT Pos Indonesia Sampit, yakni Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Cempaga Hulu, Telawang, Parenggean, Telaga Antang, Antang Kalang dan Bukit Santuai. Jarak tempuh ke kecamatan-kecamatan itu berkisar dua hingga lima jam dengan kondisi jalan sebagian belum beraspal.
Sedangkan di Kabupaten Seruyan, penerima bantuan PKH sebanyak 310 RTS, dengan total bantuan Rp111.716.250. Hanya 62 RTS yang pencairannya melalui Kantor Pos Kuala Pembuang, sedangkan 248 RTS lainnya harus didatangi ke kecamatan mereka.
"Kami memang harus medanagi ke kecamatan tersebut, karena kalau mereka datang sendiri, untuk biaya bisa lebih daripada bantuan yang mereka terima," kata Muhdi. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








