BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini, Jalan Ir Juanda yang rusak di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum juga ada perhatian dari pihak pemerintah daerah atau instansi terkait untuk memperbaikinya.
“Walaupun sudah kami tanami pohon pisang di tengah jalan rusak tersebut, namun hingga saat ini belum juga ada perhatian dari pemerintah,” ujar Darmawansyah, warga sekitar desa tersebut, Kamis (9/3/2017).
Tidak adanya perbaikan tersebutpun, membuat kerusakan jalan semakin parah. Apalagi curah hujan dalam beberapa hari terkahir cukup tinggi, ditambah lalu lalang truk setiap harinya juga menjadi salah satu penyebab bertambahnya kerusakan di daerah tersebut.
“Kami juga sudah berusaha menutup lobang di jalan yang rusak tersebut dengan menggunakan pasir seadanya, namun itu tidak dapat membuat jalan semakin baik, tetapi malah sebaliknya,” lanjut Darmawansyah.
Rusaknya jalan tersebut sangat berdampak negative terhadap aktivitas warga, terutama para pelajar. Dimana mereka harus berhati-hati saat melintasi jalan tersebut, karena kalau tidak fokus bisa terjatuh, dan seragam yang mereka pakai akan kotor, hingga tidak bisa bersekolah.
Sementara, jalan rusak di daerah tersebut mencapai tiga kilometer. Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan seperti truk terbalik karena menghindari lubang-lubang yang berada di ruas jalan itu.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, karena rusaknya jalan tersebut sangat mengganggu aktivitas kami,” harap Darmawansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








