BORNEONEWS, Palangka Raya – Meski pada Oktober 2017 nanti mulai memasuki tahapan pemilu kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, tapi belum semua komisi pemilihan umum (KPU) di Kabupaten/kota di Kalteng tahu dan kemudian sepakati berapa total anggaran yang akan dibutuhkan.

Menurut Ketua KPU Kalteng Ahmad Syar’i, pada Oktober 2018 nanti sudah mulai dilakukan pemilihan badan adhoc penyelenggara pemilu dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) serta panitia pemungutan suara (PPS). Sangat aneh jika anggaran belum disiap sediakan mulai sekarang.

“Tidak semua KPU di kabupaten/kota sepakati berapa totalitas anggaran yang dibutuhkan untuk Pilkada di daerahnya. Karena itulah belum bisa dibahas dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). ADa juga yang sudah tapi belum dibahas dengan TAPD, bagaimana bisa menganggarkan di APBD,” katanya.

Dia berharap sebelum September 2017 ini semua KPU kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak 2018 untuk 11 kabupaten/kota untuk menuntaskannya.

Sementara itu Komisioner KPU RI, Hasyim Asyari mengatakan, kunci dari penyelenggaraan Pilkada mulai dari pendanaan, pendataan,hingga pelaksanaannya nanti adalah pada perencanaan yang matang.

“Kuncinya perencanaan, selalu saya ingatkan pentingnya ini. Saat ini sudah Maret sementara Oktober sudah tahapan dan APBD murni 2017 sudah diketok. Harus dikejar,” ucapnya. (ROZIQIN/B-6)